Minggu, 01 Januari 2012

TOP 10 RESOLUTION FOR 2012

Dalam Psikologi ada yang disebut Possible Self, dan entah mengapa saya senang sekali menyebutnya.
Possible Self sendiri mirip dengan yang kita sering sebut dengan resolusi. Pada intinya Possible Self adalah diri yang kita harapkan dan diri yang tidak kita harapkan. Semakin avalaible harapan tersebut semakin besar kemungkinan menggapainya. Disinilah saya menuliskannya...resolusi saya dan afirmasinya...THIS IS MY TOP 10 RESOLUTION FOR 2012

1. SALDO TABUNGAN Rp 25.000.000,-


      2. INDOLICIOUS BUKA 3 CABANG BARU



3. MILAN CATERING DAPAT 100 ORDERAN

4. STOP DUIT ORANGTUA


 5. QURBAN KAMBING SUPER
 6. BELI MOTOR


7. HAFAL 5 JUZ


8. BUKA USAHA BARU (KONVEKSI)


9. TOTAL SKS 136!

10. IPK NAIK



BERSAMA ALLAH CAPAI SEMUA IMPIAN
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM



Jumat, 30 Desember 2011

Hidup

Hidup memang penuh perjuangan
Ada musuh ada pula yang menjadi teman
Kadang berhantam-hantaman
Dan kadang malah bersalam-salaman

Hidup memang penuh cobaan
Hingga banyak yang menyerah ditengah jalan
Ada yang bilang, yang selamat yang mampu jadi uberman
Bagiku tidak, yang selamat adalah ia yang beriman

Hidup memang penuh ujian
Yang tak bersiap, maka tak akan mampu maju ke depan
Hanya diam dalam kebodohan dan kemunduran
Tak bisa berbuat apa-apa hanya berharap agar orang kasihan

Hidup memang penuh masalah
Namun itulah pelajaran yang diberi dari sang Illah
Kita hanya mampu berusaha kemudian pasrah
Harus kuat tak boleh lelah

Hidup memang sangat sulit
Yang tak belajar, harus siap terhimpit
Menghadapi kenyataan dunia yang kadang pahit
Yaa Rabbi kuatkan hati dan raga agar tetap dapat fit

Hidup bukan tuk sendiri
Namun hidup tuk berbagi
Ikutilah sabda para Nabi
Dan perintah Ilahi Rabbi

Hidup bukanlah untuk mati
Namun hidup untuk hidup yang abadi
Agar kelak bertemu Yang Maha Hakiki
Rabbul arsyl ‘azhimi

Hidup bukan untuk hidup
Namun hidup untuk Yang Maha Hidup

Siap Hidup?
Apakah anda berfikir sudah hidup?
Untuk apa anda hidup?

Bukan maksud menasehati
Hanya ingin berbagi
Renungan fikiran dan hati
Dariku yang selama ini kadang mati
 
sumber gambar: espiranzagurlz.blogspot.com

Senin, 28 November 2011

Tafakur

sumber gambar:http://kasamamori.staff.umm.ac.id/2011/09/06/tafakur/
Yaa Allah entah bagaimana diri ini tanpaMu
Yaa Rasul entah bagaimana nasib ini tanpa bimbinganmu
Dalam sadarku ku lupa mengingatMu
Dalam perbuatanku, ku lupa tuntunan nabiMu

Bagaimana kelak nasibku di hari akhir
Catatan buruk yang lebih banyak terukir
Bukakanlah pintu maaf dalam balik tabir
Mohon ampunkanlah hamba yang faqir

Hidup dunia hanya memikir nikmat
Jarang terlintas bagaimana nanti di akhirat
Sibuk bekerja melalaikan shalat
Lupa mati bagai hidup tak akan tamat

Ingatlah bagaimana nanti di alam kubur
Seluruh yang ada dunia hilang dan pergi kabur
Tinggal sendiri tak ada tidur
It is the real future

Gagal menjawab dicambuk dan disiksa
Jawab apapun aku tak bisa
Hidup dunia jarang pernah merasa
Lupa mati hingga lupa mengingat dosa

Sungguh aku takut akan siksa Neraka
Dibakar, dipukul, bahkan diseterika
Jadikanlah hati ini menjadi peka
Agar ingat dosa, selamat di alam baka

Harapku kelak nanti masuk Surga
Kuatkanlah Iman dalam jiwa dan raga
Agar nanti aku bisa menjadi lega
Selamat di dunia, akhirat jadi bahagia

Walau hidup tanpa banyak money
Karena mengingatMu aku menjadi funny
Yaa Allah dengarkanlah jeritan hati ini
Selamatkanlah aku di masa datang dan di saat kini

The Orphan


Aku ada karena keberadaan kamu. Aku tidak disebut manusia jika aku hidup tanpa kamu, dan kamu semuanya. Bahkan Tuhan menciptakan manusia pertama dengan pendampingnya. Ini berarti manusia butuh manusia lain juga. Begitu juga dengan aku, yang membutuhkan kamu. Ya, sekali lagi aku berteriak bahwa aku butuh kamu. Aku berharap kamu peduli denganku.

Tuhan menakdirkan setiap manusia berbeda-beda. Takdir Tuhan yang paling membahagiakan mungkin adalah keberadaan Ayah dan Ibu yang begitu menyayangi kamu. Bagaimana tidak, kedua mahluk ciptaan Tuhan tersebut selalu menemani dari pertama kali kamu hadir di dunia hingga saat ini. Bagaimana tidak kedua mahluk ciptaan Tuhan tersebut selalu ada di saat kamu membutuhkan bantuan. Bagaimana tidak kedua mahluk ciptaan Tuhan tersebut selalu sabar merawatmu hingga saat ini. Bagaimana tidak darah ibu yang telah kamu hisap lah yang membuat kamu sehat seperti ini. Bagaimana tidak kerja keras ayah lah yang telah membuat hidupmu seindah sekarang. Ya, masih banyak lagi bukti bahwa Tuhan telah memberikan kepadamu sepasang malaikat, ayah dan ibu yang begitu menyanyangimu.

Itu adalah Kamu. Berbeda denganku.

Seperti yang telah kusebut sebelumnya Tuhan menakdirkan setiap manusia berbeda-beda. Mungkin bagimu Takdir Tuhan yang paling membahagiakan adalah ayah dan ibu, namun bagiku Takdir Tuhan yang paling membahagiakan adalah bahwa Kamu peduli dengan Aku, karena aku tidak lagi mempunyai ayah ibu untuk menemani gelap hariku. Ya, Aku memang sangat rindu belaian kasih ibu dimalam hari sebelum tidurku, aku rindu tangan kuat ayah yang mengendongku selalu, aku rindu ayah ibu, sungguh begitu rindu. Namun Tuhan tahu bahwa hidupku juga ada kamu, oleh karena itu aku menerima keputusan Tuhan untuk berpisah dengan ayah dan ibu. 

Aku menangis, bukan karena kepergiaan ayah dan ibu, tetapi karena keberadaan kamu tidak begitu berarti bagiku. Setiap hari aku hanya mampu melihat kamu, tanpa pernah merasakan cintamu dan kepedulianmu. Setiap hari aku melihat kesibukanmu di Kampus dan mungkin kamu juga melihat kesibukanku di Kampus. Namun kita berbeda, kamu sibuk mengumpulkan puzzle untuk kesuksesan masa depan melalui kuliah, sedangkan aku sibuk mengumpulkan tenaga untuk hidup dihari ini. Hanya di hari ini, sebab tidak tahu bagaimana esok. Kamu bingung ya soal makan?, sama aku juga bingung. Namun bingung kita beda, kamu bingung mau makan apa dan aku bingung bisa makan atau tidak. 

Tuhan. Tolong berikan aku kekuatan untuk bertahan dan keberhasilan keluar dari kesendirian. Aku hanya tidak ingin seperti dia, yang tahu kesendirianku yang sungguh sepi tapi dihiraukan. Aku ingin seperti utusanMu, yang peduli dengan kesendirianku, yang mau mengusap kepalaku dengan penuh cinta kasih, yang selalu dekat denganku. UtusanMu sama denganku Tuhan. Kami sama-sama tidak dibesarkan dengan kedua malaikat yang mereka punya. Namun utusanMu tetap hebat dan begitu terpuji, sesuai dengan namanya. UtusanMu selalu berhenti makan sebelum kenyang dan aku…aku memang tidak pernah kenyang. Sedangkan mereka, mereka berhenti makan sesudah kenyang. UtusanMu walau sulit selalu mau membantu orang sepertiku dan aku…aku setiap hari dalam kesulitan. Sedangkan mereka walau senang lupa membantu orang sepertiku yang hidup kesulitan.

Tuhan kasihilah ayah dan ibuku disana. Sejahterahkanlah dengan nikmatMu. Lapangkanlah alam kuburnya. Terangilah dengan CahayaMu

Dan Tuhan, gerakanlah hati mereka yang masih memiliki ayah dan ibu, yang masih merasakan betapa nikmatnya cinta ayah dan ibu, yang masih bisa menatap guratan-guratan indah wajah ayah dan ibu, yang masih bisa mendengarkan nasihat dan ucapan ayah dan ibu. Gerakan hati mereka untuk peduli terhadap orang sepertiku.

Namun Tuhan. Jangan hukum mereka jika mereka lupa padaku. Tetap berikanlah yang terbaik untuk mereka. Selamatkanlah mereka dan jadikanlah mereka anak yang mampu dibanggakan oleh kedua orangtuanya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Aku !

sumber gambar:khalifah-luahanrasa.blogspot.com
Aku yang banyak menuntut Tuhan, mulai sadar. Tuhan itu punya sifat jaiz begitu terangnya. Tuhan mungkin saja memasukkan orang soleh dalam neraka dan memasukkan orang jahat kedalam Surga. Toh siapa yang bisa melarang, siapa yang bisa menghalangi. Dia kan Tuhan dan Maha berKuasa, Tuhan tidak Adil!...oh  tidak, ini belum selesai..Namun Tuhan selalu menempati janji. Ia berjanji akan memberikan Surga pada yang baik dan menghukum pada yang jahat. Aku bertanya? sudah tahukah aku bagian yang mana? Aku sadar bahwa aku tak boleh terlalu congkaknya merasa banyak berbuat baik dan memaksa Tuhan mengabulkannya dan aku pun sadar aku masih ada harapan kembali dalam keburukan yang sering terulang.

Saat harapanku hilang, aku mengatakan Tuhan tidak adil, namun aku lupa, bahwa ada banyak hal yang Tuhan beri untukku. Oh ya, aku sadar. Aku mengabdi pada Tuhanpun tak akan mampu membalas nikmatnya mataku bisa berkedip. Bayangkan itu baru mata berkedip!, bagaimana kalau tak bisa berkedip atau bahkan tak bisa melihat. Pernah terlintas bahwa itu anugerah Tuhan? Aku membanyangkan bila kakiku tak bisa ditekuk, bagaimana mungkin aku bisa duduk bahkan berjalan, namun Tuhan membuat kaki ini dapat menekuk.  Ini itu masih terlalu biasa dan aku lupa. Aku heran pada diriku yang lupa dan bodoh ini. Mungkinkah hal itu mesti diambil dari diriku agar aku bisa sadar. Tidak-tidak, lebih baik aku sadar sekarang. Mungkin aku baru tahu betapa berharga dan nikmatnya sesuatu ketika hal itu telah hilang.

Ya, memang aku tak pernah merasa puas. Mungkin karena aku tak pernah bersyukur. Siapakah yang membuat hatiku menjadi tenang?, bukan aku, tapi Yang Memberi Hati padaku. Semua ada dan terjadi karena kehendakNya. Namun aku diberi pilihan untuk memilih salah satunya. Jangan Salahkan Tuhan sadarku. Aku sadar memang sifatku yang lebih banyak menuntut daripada menjalani kewajiban.

Sungguh masih sangat panjang aku ingin bercerita Aku. Tapi terlalu panjang hal itu. Biar Aku tetap menari dipikiranku. Dipikiran yang berfikir sangat sederhana. Bertanya tentang mengapa dan kenapa, mencari jawaban sebab dan karena.