Sabtu, 08 Oktober 2011

Aku !

sumber gambar:khalifah-luahanrasa.blogspot.com
Aku yang banyak menuntut Tuhan, mulai sadar. Tuhan itu punya sifat jaiz begitu terangnya. Tuhan mungkin saja memasukkan orang soleh dalam neraka dan memasukkan orang jahat kedalam Surga. Toh siapa yang bisa melarang, siapa yang bisa menghalangi. Dia kan Tuhan dan Maha berKuasa, Tuhan tidak Adil!...oh  tidak, ini belum selesai..Namun Tuhan selalu menempati janji. Ia berjanji akan memberikan Surga pada yang baik dan menghukum pada yang jahat. Aku bertanya? sudah tahukah aku bagian yang mana? Aku sadar bahwa aku tak boleh terlalu congkaknya merasa banyak berbuat baik dan memaksa Tuhan mengabulkannya dan aku pun sadar aku masih ada harapan kembali dalam keburukan yang sering terulang.

Saat harapanku hilang, aku mengatakan Tuhan tidak adil, namun aku lupa, bahwa ada banyak hal yang Tuhan beri untukku. Oh ya, aku sadar. Aku mengabdi pada Tuhanpun tak akan mampu membalas nikmatnya mataku bisa berkedip. Bayangkan itu baru mata berkedip!, bagaimana kalau tak bisa berkedip atau bahkan tak bisa melihat. Pernah terlintas bahwa itu anugerah Tuhan? Aku membanyangkan bila kakiku tak bisa ditekuk, bagaimana mungkin aku bisa duduk bahkan berjalan, namun Tuhan membuat kaki ini dapat menekuk.  Ini itu masih terlalu biasa dan aku lupa. Aku heran pada diriku yang lupa dan bodoh ini. Mungkinkah hal itu mesti diambil dari diriku agar aku bisa sadar. Tidak-tidak, lebih baik aku sadar sekarang. Mungkin aku baru tahu betapa berharga dan nikmatnya sesuatu ketika hal itu telah hilang.

Ya, memang aku tak pernah merasa puas. Mungkin karena aku tak pernah bersyukur. Siapakah yang membuat hatiku menjadi tenang?, bukan aku, tapi Yang Memberi Hati padaku. Semua ada dan terjadi karena kehendakNya. Namun aku diberi pilihan untuk memilih salah satunya. Jangan Salahkan Tuhan sadarku. Aku sadar memang sifatku yang lebih banyak menuntut daripada menjalani kewajiban.

Sungguh masih sangat panjang aku ingin bercerita Aku. Tapi terlalu panjang hal itu. Biar Aku tetap menari dipikiranku. Dipikiran yang berfikir sangat sederhana. Bertanya tentang mengapa dan kenapa, mencari jawaban sebab dan karena.